Terbaru

Contributors

Pak Bupati Sumenep, Bikinlah Akun Media Sosial!


Selama bertahun-tahun aktif di media sosial, saya belum pernah menjumpai akun Bupati Sumenep. Kalaupun ada (klik di sini), saya tidak yakin itu adalah akun asli beliau. Apalagi akun tersebut kini tidak aktif. Dari postingan-postingannya, saya curiga itu adalah dibuat oleh orang lain atau yang lumrah disebut “fake account”.

Saya tidak tahu motif Bapak Bupati menghindari media sosial. Tapi, saya ingin berbaik sangka bahwa beliau terlalu sibuk mengurus tugas-tugas negara, sehingga tidak sempat untuk bermedia sosial. Karena itu, patut dimaklumi.

Tapi, jika bupati sibuk, saya kira sangat baik jika ada staf yang khusus mengurus media sosial tersebut. Tapi, tentu saja jika beliau mau.

Di era teknologi macam sekarang dengan pengguna media sosial yang merambah ke pelosok desa, saya kira ada baiknya Bapak Bupati memikirkan kembali untuk membuat akun media sosial. Ada banyak sekali manfaat yang menunjang kerja-kerja pemerintahan karena nanti akan melibatkan warga, bukan hanya perangkat-perangkat pemerintah.

Di sejumlah daerah di tanah air, bupati, walikota, ataupun gubernur sudah banyak yang memanfaatkan media sosial untuk menunjang kinerja mereka. Ada Ridwan Kamil, Azwar Anas, Basuki Tjahaya Purnama, Dedi Mulyadi, dan sebagainya. Mereka aktif berinteraksi dengan masyarakatnya melalui akun masing-masing.

Manfaat yang bisa didapat oleh Bupati Sumenep jika aktif di media sosial, di antaranya, pertama, memangkas birokrasi yang cenderung lelet. Di mana-mana sudah lumrah orang mengaitkan birokrasi itu dengan kerumitan. Bahkan sampai ada ungkapan, “Kalau bisa dipersulit, buat apa dipermudah”.

Bapak Bupati seharusnya mengikis persepsi negatif itu dengan memangkas kerja-kerja birokratis yang sifatnya justru memperlambat. Dengan media sosial, ada sebagian kerja yang bisa dipantau langsung oleh beliau melalui bantuan warga. Misalanya, adanya jalan raya yang rusak parah. Jika masalah ini prosesnya diserahkan kepada birokrasi dan Bapak Bupati hanya menjemput bola, sungguh lama nian untuk diatasi, bahkan cenderung diabaikan.

Jika melalui laporan warga, Bapak Bupati bisa langsung tahu masalah yang dihadapi warga. Dengan begitu, beliau bisa langsung meminta dinas-dinas terkait untuk membenahinya.

Kedua, dengan aktif di media sosial, Bapak Bupati bisa menerapkan transparansi. Selama ini, saya sebagai warga Sumenep tidak banyak tahu tentang proyek-proyek pemerintah dan dari mana dananya. Di Bandung, Ridwan Kamil biasa menyampaikan itu. Dia menyampaikan apa manfaat dari proyek tersebut dan dari mana dananya didapatkan. Jadi, di benak warganya tidak ada lagi syak wasangka.

Ketiga, dengan media sosial Bapak Bupati bisa benteraksi degan warga. Misalnya warga bertanya tentang masalah ini dan itu, Bapak Bupati bisa menyampaikan jawabannya agar warga bisa menerima informasi langsung dari sumber utama, bukan dari pejabat birokrasi yang kadang suka mereduksi jawaban-jawaban itu.

Keempat, media sosial bisa menjadi promosi keberhasilan-keberhasilan yang sudah dicapai selama ini oleh Bapak Bupati. Ini akan membuat warga tahu bahwa Bupati itu tidak tidur di balik meja, tetapi bekerja.
Sebagai warga Sumenep, selama ini saya kesulitan mengakses informasi-informasi mengenai keberhasilan Bapak Bupati dalam melaksanakan kerja pemerintahan. Mudah-mudahan ini hanya kebodohan saya dalam mencari informasi.

Berinteraksi dengan warga melalui media sosial memang butuh nyali besar karena ada banyak warga yang memantau. Kalau kinerjanya buruk hanya akan membuat Bapak Bupati tambah pusing. Bapak Bupati akan dihujani hujatan-hujatan dan pelampiasan kemarahan. Sebab, di media sosial orang bisa ngomong sekehendak hatinya. Mereka bisa berkata kasar, berangasan, dan hancur-hancuran. Jika tidak kuat dengan kebiasaan seperti itu akan mudah kecewa dan murung.

Jadi, petinggi pemerintahan yang menggunakan media sosial adalah mereka yang punya nyali besar dan punya niat baik untuk membenahi kesejehteraan masyarakatnya. Apakah Bapak Bupati punya nyali yang besar juga?

(Rozi, warga Sumenep yang aktif bermedia sosial)