Terbaru

Contributors

Peluang Pengembangan Wisata Suramadu


Saat mengikuti sebuah acara di Malang tempo hari, di wisma, saya menginap bersama dua orang dari Surabaya, namanya Fauzi dan Joseph. Pak Fauzi cukup banyak tahu tentang Madura, bahkan bisa berbahasa Madura walau terbata-bata. Sementara Joseph hanya tahu Suramadu. “Saya penasaran dengan Suramadu. Saya coba ke sana bareng teman. Cuma sampai di kaki Suramadu sisi Madura, kami balik lagi. Di situ ternyata cuma ada orang jualan,” kata Joseph.

Sebagian besar orang yang pernah berkunjung ke Suramadu mungkin memiliki kesimpulan yang sama dengan si Joseph, karena kenyataannya memang belum ada sesuatu yang cukup menarik untuk dikunjungi selain julangan jembatan beton tersebut. Jadi, ketika orang berhasrat datang ke sana, yang ada dalam pikiran mereka hanya satu: ingin menyaksikan jembatan kokoh sepanjang 5.438 meter itu. Bagi yang baru pertama kali datang ke sana mungkin akan bergumam, “Wah, eman-eman di sini nggak dibangun wisata penunjang.”

Memang, sebagian dari wisatawan juga menyempatkan datang ke tempat-tempat kuliner di Bangkalan, semisal masakan bebek. Tapi, karena jaraknya yang jauh membuat wisata kuliner ini terbilang sudah bukan bagian dari wisata Suramadu.

Lalu, apakah wisata Suramadu bisa dikembangkan? Tentu saja bisa, tergantung kemauan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakatnya. Dua elemen ini harus bisa saling bergerak, agar percepatan pembangunan di sekitar Suramadu bisa segera dilaksanakan.

Suramadu adalah “pintu gerbang” Madura. Dalam falsafah orang Madura, pintu harus dibikin bagus agar orang yang bertamu tertarik untuk masuk ke dalam rumah. Madura adalah rumah besar yang menyimpan banyak potensi, termasuk potensi wisata. Ketika Suramadu tidak ditata dengan baik, maka tamu-tamu yang datang akan merasa cukup berkunjung di pintunya saja.

Karena itu, penting kiranya Suramadu dipoles agar pelancong kian tertarik datang ke Madura. Lalu, apa saja peluang yang bisa dikembangkan sebagai pariwisata di Suramadu?

Penataan Pedagang Kaki Lima
Ketika berkunjung ke kaki Suramadu sisi Madura, maka akan kita lihat deretan kios-kios pedagang kaki lima yang membentang sepanjang pinggir jalan. Mereka menjual berbagai macam barang dan makanan. Keberadaan kios-kios tersebut cukup kontras dengan kemegahan yang ditawarkan Suramadu. Sebagai objek wisata, kios-kios ini tampak “mengganggu” pemandangan, masih terkesan kumuh dan tidak terawat, meski sebagian sudah coba ditata oleh pemerintah.

Apakah PKL tersebut harus digusur? Tentu saja tidak. Itu akan bertentangan dengan niat awal dibangunnya Suramadu, yaitu untuk mengembangkan perekonomian masyarakat Madura. Justru mereka harus diberdayakan. Pemerintah perlu menyediakan fasilitas sekaligus konsep wisata yang pas untuk mereka.

Sebenarnya, soal pengembangan ekonomi masyarakat kecil, kita bisa mencontoh Kota Bandung. Ridwan Kamil, Walikota Bandung, mencoba konsep wisata kuliner yang lumrah disebut Culinary Night di beberapa tempat di Bandung, seperti di Braga, Cibadak, Lengkong dan lainnya. Festival kuliner ini melibatkan pedagang kaki lima yang ada di daerah tersebut. Berbagai macam makanan khas Kota Bandung dijual di situ. Pengunjung bisa memilih sesuai selera masing-masing.

Festival ini terbukti ikut mendongkrak ekonomi warga karena mampu menarik pengunjung yang banyak. Juga merupakan salah satu bentuk penataan agar keberadaan pedagang kaki lima tidak selalu membuat wajah kota terlihat kumuh.

Di luar negeri juga sudah banyak dikembangkan wisata-wisata kuliner semacam ini. Di Singapura, misalnya, ada wisata kuliner yang diberi nama World Street Food Congress. Wisata ini menghimpun kuliner terbaik yang dipilih dari sejumlah negara, semisal India, Amerika, Singapura, dan Indonesia.

BPWS dan Pemkab bisa mencontek konsep tersebut. Madura punya banyak makanan khas yang bisa dikenalkan ke publik; ada campor, masakan bebek, sate, rujak, rap-orap, dan lain-lain. Festival seperti ini juga akan membuat pedagang semakin kreatif untuk meramu sebuah masakan. Mereka akan berlomba-lomba membuat masakan yang enak agar banyak mendatangkan pengunjung.

Sebagaimana di Bandung, wisata kuliner ini harus dilaksanakan pada malam hari karena puncak keindahan Suramadu justru pada malam hari, yaitu saat lampu-lampu hiasnya menyala. Selain bisa menikmati indahnya Suramadu, pengunjung juga bisa menikmati masakan khas Madura.

Taman Hiburan
Taman hiburan juga cukup penting dibangun untuk menunjang wisata kuliner di Suramadu. Acaranya bisa berupa penampilan ul-daul, ludruk, tari, atau musik-musik lainnya. Disediakan juga galeri untuk pameran kreasi masyarakat Madura, semisal lukisan, patung, mapun kerajinan tangan lainnya. Wisatawan akan semakin betah dengan beragamnya objek hiburan yang disuguhkan.

Keberadaan taman hiburan ini juga bertujuan untuk melestarikan kesenian Madura yang lambat-laun mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya. Dengan memberikan ruang yang luas kepada pekerja seni, mereka akan merasa dihargai. Selama ini, ruang yang mereka dapatkan cukup sempit, sehingga pelaku seni banyak yang banting setir.

Di sisi lain, pekerja seni juga bisa meraup untung secara ekonomi dari kreativitas yang mereka tampilkan dalam event ini.

Wisata Bahari

Sebenarnya masih banyak objek wisata yang bisa digarap di Suramadu, salah satunya adalah wisata bahari. Meski pantai Suramadu tidak tergolong bagus, namun ada pemandangan yang cukup elegan di situ, yaitu saat matahari terbit maupun tenggelam. Momen ini sangat ditunggu, terutama oleh para penggila fotografi.
Masalahnya, untuk mendapatkan angle yang bagus,  mereka harus berlayar ke tengah laut. Dari situ mereka bisa membidik objek dengan baik. Karena itu, perlu disediakan sampan atau alat apa pun yang membuat para wisatawan bisa menikmat momen ini dari laut Suramadu.

Selain untuk menyaksikan sunset dan sunrise, pengunjung juga bisa menikmati indahnya Suramadu dari arah samping.

Basis Informasi Wisata Madura
Sebagai pintu gerbang Madura, layak kiranya Suramadu menyediakan informasi terkait objek-objek wisata yang ada di Madura. Selama ini, promosi wisata Madura belum masif, pengunjungnya juga masih terbilang sedikit. Padahal, Madura sangat kaya objek wisata, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Empat kabupaten ini memiliki objek wisata yang beragam, ada wisata bahari, wisata religi, wisata sejarah, wisata kerajinan tangan, dan sebagainya.

Basis infomrasi ini akan membantu pengunjung wisata Suramadu mengenal objek-objek wisata yang ada di pulau Madura.