Terbaru

Contributors

ISNU Sumenep dalam Arena Konfercab

mediajatim.com

Akhir-akhir ini mulai riuh soal Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) II Kabupaten Sumenep. Meski Konfercab II tersebut belum dipastikan kapan akan dilaksanakan, tetapi berbagai  tawaran pencalonan terus bermunculan sebagai perwakilan PWC (Pengurus Wakil Cabang) baik di media massa, media sosial, maupun di forum-forum diskusi warga ISNU.

Melihat fenomena isu di media massa, media sosial, dan dalam diskusi warga ISNU, dapat dipastikan Konfercab II ISNU Sumenep akan menjadi arena kontestasi para calon. Tak menutup kemungkinan, semua PWC akan mengusung kadernya masing-masing untuk ikut andil dalam pencalonan ketua ISNU Sumenep. Itu artinya, suasana Konfercab II akan memanas seiring banyaknya calon yang bermunculan.

Hingga saat ini, berdasarkan informasi yang beredar, sudah ada beberapa kader ISNU yang meulai bergerilya; mencari dukungan dari PWC sebagai pemilih pada Konfercab II. Di antaranya, Abdul Wasid yang diusung oleh PWC Rubaru, Moh. Rahbini dan Dainuri yang saat ini menjabat Pengurus Cabang (PC) ISNU Sumenep, Adi Purnomo dari PWC Batang-Batang, dan Abdul Majid Muslim dari PWC Kota Sumenep.

Bagi penulis, siapapun calonnya, dari dari PWC manapun, bukanlah sebuah persoalan. Yang perlu diutamakan adalah, bahwa, Pertama, Konfercab II ISNU Sumenep 2017 harus menjadi ruang pembelajaran politik bagi kaum sarjana NU. “Politik” yang berwawasan keaswajaan. Dengan kata lain, bukan dijadikan arena perseteruan yang mengedepankan ambisinya masing-masing, saling sikut, dan apalagi saling menjatuhkan. 

Kedua, memilih calon yang bernar-benar mampu melanjutkan keberhasilan ketua PC ISNU sebelumnya. Penting disadari bahwa, Konfercab II dilaksanakan tidak ada lain untuk melakukan restrukturasi demi kemajuan ISNU yang berkelanjutan. Artinya, keberhasilan-keberhasilan Kiai Husnan seperti pendirian PWC-PWC, program penelitian, dan lain sebagainya, penting terus dikembangkan.

Ketiga, dalam memilih calon dalam Konfercab II ini, komitmen setidaknya menjadi pertimbangan utama, yaitu komitmen dalam memajukan ISNU sebagaimana dicontohkan oleh Ketua ISNU hari ini. Ketua ISNU harus tampil sebagai penggerak dan pemicu kemajuan ISNU, tidak hanya sejak ia mau calon, tetapi dari sebelum-sebelumnya benar-benar sudah “menghibahkan” dirinya kepada ISNU. Selamatkan  pencalonan ketua ISNU Sumenep dari kader yang sekadar numpang nongkrong di struktur ISNU.

Jika demikian, ISNU  dalam arena Konfercab akan terhindar  dari perseteruan politik antarcalon yang cenderung melahirkan perpecahan antara kader yang satu dan yang lainnya. Harus selalu diingat bahwa, ISNU memiliki tanggung jawab besar dalam bidang pengembangan keilmuan, kemasayarakatan, keagamaan, ekonomi, dan lain sebagainya.

Berbagai tanggung jawab itu, tentu tidaklah mudah untuk dihadapi. Artinya, bila ISNU terlalu disibukkan dengan persoalan politik internal, lama-lama akan kehilangan ingatan bahwa terdapat tugas utama sebagai organisasi kesarjanaan, yaitu memberikan pemberdayaan kepada masyarakat dari berbagai aspek. Tak sedikit masyarakat yang manaruh harapn besar kepada ISNU untuk ikut terlibat dalam berbagai penyelesaian persoalan di masyarakat, seperti kemiskinan, minimnya tingkat pengetahuan, dan seterusnya.


(Ahmad Junaidi, anggota ISNU Sumenep)