Terbaru

Contributors

Menyelami Samudera Alfiyah Ibnu Malik


Kitab Alfiyah Ibn Malik, merupakan salah satu kitab yang sangat populer dalam khazanah keilmuan pesantren. Kitab ini berisi tentang ilmu gramatika bahasa Arab yang disusun oleh Imam Ibnu Malik dalam bentuk nazam. Dinamakan kitab Alfiyah karena jumlah bait nazam yang terdapat dalam kitab ini berjumlah 1000 bait (Alfun).

Kitab Alfiyah merupakan kitab mu’tabaroh dalam ilmu nahwu di pesantren. Seseorang yang mampu menghafal dan memahami kitab Alfiyah dengan baik, maka yang bersangkutan akan mendapat pengakuan sebagai “orang alim” di pesantren. Mengapa demikian? Hal ini tidak lepas dari kompleksitas kitab tersebut untuk bisa dihafal dan dipahami dengan baik. Selain itu, pemahaman yang baik terhadap kitab tersebut tidak hanya akan menjadikan yang bersangkutan memahami ilmu nahwu itu sendiri, tetapi juga bisa menjadikan jalan penyelesaian terhadap masalah-masalah kehidupan, baik itu menyangkut persoalan fiqh, kemasyarakatan, budaya, politik, dan selainnya.

Secara lahir dan kasat mata, kitab tersebut merupakan kitab nahwu, tetapi pada dasarnya kitab tersebut merupakan kitab yang sangat kompleks. Orang yang memahami dengan baik bisa mengkontekstualisasi kitab Alfiyah tersebut dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang rumit.

Di antara ulama yang konon mampu mengkontekstualisasikan bait-bait nazam Alfiyah adalah Kiai Kholil Bangkalan. Beliau dikenal sebagai kiai yang memang memahami dan menghafal kitab Alfiyah dengan baik sebelum berangkat ke Makkah. Beliau konon diajari kitab Alfiyah oleh gurunya di Sidogiri melalui alam mimpi hingga mampu menghafal dan memahami dengan baik. Karenanya tak heran, jika ketika sudah belajar di Makkah beliau menjadi penulis kitab Alfiyah dan dijual kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai biaya hidup selama beliau berada di Makkah.

Diceritakan bahwa dalam suatu kesempatan makan bersama para kiai, Kiai Kholil Bangkalan tidak mau menggunakan sendok dan lebih memilih langsung menggunakan tangannya. Ketika beliau ditanya oleh seorang kiai tentang alasan beliau tidak mau menggunakan sendok, sontak Kiai Kholil Bangkalan menjawab dengan nazam Alfiyah: wafikhtiyari la yaji’ul muttashil # idza ta’atta an yaji’ul muttashil. Yang dimaksud bait ini pada dasarnya adalah selama dalam keadaan tidak kepepet, tidak boleh menggunakan dlamir munfashil (pisah), selagi masih bisa menggunakan dlamir muttashil (tersambung). Sementara nazam tersebut bila dikontekstualisasikan dengan Kiai Kholil saat itu adalah selama masih ada tangan yang bersambung (muttashil) dengan tubuh kita, maka kita tidak perlu menggunakan sendok sebagai barang yang terpisah (munfashil) dari tubuh kita.

Dari contoh di atas jelas sekali bahwa bait-bait yang terkandung dalam kitab Alfiyah kaya dan padat makna, meski terangkum dalam bait-bait nazam yang pendek. Nazam-nazam tersebut sengaja dibuat oleh Imam Ibnu Malik dengan penuh perhitungan, dengan memperhatikan diksi yang sesuai serta mempunyai makna yang mendalam. Hal itu membuktikan bahwa sang pengarang dalam istifadah kitabnya, benar-benar mempertimbangkan faidah sebesar-besarnya yang bisa diperoleh siapa saja yang membaca, menghafal, dan mengkajinya.

Selain itu, penulisan dalam bentuk nazam dari kitab Alfiyah ini juga menunjukkan tingginya istifadah Ibn Malik. Kita tahu, menulis dalam bentuk nazam memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Tak semua penulis mampu menulis dalam bentuk nazam dengan baik. Hal ini karena ada irama tersendiri yang biasanya terdapat di akhir tulisan. Dengan begitu memerlukan diksi yang tepat tanpa harus kehilangan makna yang akan disampaikan.

Penulisan dalam bentuk nazam ini memudahkan setiap santri dalam mempelajari kitab Alfiyah, khususnya dalam menghafal. Dalam tradisi pesantren, santri ditekankan untuk menghafal setiap kitab yang dipelajarinya, termasuk kitab nahwu ini. Kenapa santri harus menghafal? Kenapa mendahulukan hafalan ketimbang memahami? Hal ini karena dengan menghafal, santri telah memasukkan ilmu dan merekamnya di otaknya. Dengan begitu, kapan saja, santri bisa membuka file hafalan tersebut untuk dipahami lebih lanjut, meski pada awalnya sama sekali tidak memahami terhadap bait-bait yang dihafal sebelumnya. Atau bisa pula pemahaman sebelumnya berbeda dengan pemahaman yang terjadi selanjutnya. Sementara kalau mementingkan pemahaman, maka mudah sekali untuk dilupakan di masa-masa selanjutnya ketika sudah tidak membaca teksnya. Dalam posisi ini jelas bahwa menghafal kitab-kitab tradisi pesantren menuntut seseorang untuk aktif dalam proses pembelajaran. Ia harus senantiasa mengingat apa yang sudah dihafal, mengulang-ulang, dan mencoba memahami dengan baik di kemudian hari. Tanpa usaha yang aktif, maka santri akan kesulitan untuk menghafal dan memahami teks dengan baik. Pemahaman tentu saja juga penting. Akan tetapi, pemahaman tidak seharusnya didahulukan dengan menihilkan proses penghafalan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kitab Alfiyah dibuat oleh penulisnya dengan hati-hati dengan mempertimbangkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat. Manfaat dimaksud tidak hanya dari sisi ilmu nahwu saja sebagai ilmu inti yang dikembangkan, tetapi juga ilmu-ilmu lain yang terkandung secara tersirat dalam kitab tersebut. Hampir setiap bait syair mengandung kebijakan-kebijakan yang dapat diselami makna dan kandungan hikmahnya untuk kemudian diterapkan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan manusia. Contoh-contoh yang dipergunakan bukanlah sekadar contoh yang tersusun dari kumpulan kosakata, tapi merupakan kalimat sarat makna.

Dengan begitu, mengaji kitab Alfiyah tidak hanya akan mengantarkan kita kepada pemahaman mendalam terhadap ilmu nahwu dan sharraf, tetapi juga akan menjadikan pembacanya menyelami samudera kebajikan yang terkandung di dalamnya. Bukan tidak mungkin, dengan memahami kitab Alfiyah akan menjadikan kita memahami ilmu fiqh, ushul fiqh, dan bahkan ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan selainnya. Tergantung sejauhmana pemahaman kita terhadap kitab Alfiyah tersebut. Wallahu A’lam.

(Paisun, alumni Instika, Guluk-Guluk, Sumenep)
___________
Gambar: nahwusharaf.wordpress.com