Terbaru

Contributors

Perihal Mencantumkan Nama Pacar dalam Halaman Persembahan


Saat membaca buku atau karya tulis lainnya seperti hasil penelitian untuk mendapatkan gelar akademik (skripsi, tesis, atau disertasi), salah satu lembaran yang saya baca pertama adalah halaman persembahan. Biasanya, halaman ini berisi ucapan terima kasih untuk orang-orang spesial, seperti nama orangtua, keluarga, atau bahkan pacar.

Terkait dengan penyebutan nama pacar dalam buku atau karya tulis lainnya, hanya orang-orang pemberani yang melakukannya. Setidaknya berani dalam dua hal. Pertama, berani terbuka. Tidak semua orang berani mempublikasikan kekasinya. Salah satu alasannya karena privasi yang tak perlu diumbar ke publik.

Kedua, berani menanggung risiko. Menyebut nama pacar dalam halaman persembahan buku atau karya tulis lainnya berisiko tinggi. Bagaimana tidak, tulisan itu abadi dalam halaman persembahan, namun status hubungan belum tentu.

Avifah Ve, seorang editor sebuah penerbit di Jogja, pernah menulis status seperti ini: “Beberapa tahun lalu, seorang teman dekat mencantumkan nama sang kekasih di cover belakang novelnya yang dicetak ribuan eksemplar dan tersebar ke seluruh Nusantara. Namun, tak lama kemudian mereka putus. Bagaimana nasib nama si pacar yang kini jadi mantan itu? Ya, tetap tertulis melekat abadi dong di hatinya, eh, di sampul belakang bukunya.”

Menanggapi tulisan tersebut, seorang netizen berkomentar: “Nama mantanku kuabadikan dalam halaman persembahan skripsi. Beberapa hari setelah sidang malah putus. Sekarang nyesel kenapa nama itu berada di sana.”

Terkait dengan hal ini, seorang aktivis yang saat ini duduk di gedung DPRD bercerita. Di rumahnya ada skripsi temannya yang penulisnya sendiri tidak berani membawa pulang. Pasalnya, di halaman persembahan skripnya tercantum nama mantan. Dia takut halaman itu dibaca istri-anaknya.

Memang saat pacaran, semuanya ingin diabadikan, termasuk dalam karya tulis. Namun jangan menyesal kemudian hari. Ingat, tulisan itu abadi, namun status hubungan belum tentu.

(M Kamil Akhyari, redaktur Koran Madura)
_____________
Gambar: Pixabay