Terbaru

Contributors

Jika Harus Galau, Tirulah Maia Agar Kamu Tetap Merdeka


Saya sadari saya manusia biasa yang tidak bisa memungkiri bahwa saya mampu menolak perasaan sedih, galau, dan perasaan nyinyir. Meskipun saya sangat tidak suka menaruh apa pun bentuk kesedihan di dalam hati, tetapi percayalah semua kesedihan bisa diatasi. Meskipun ini bukan bulan Ramadan, saya tetap berkata jujur kok. Di bulan Agustus ini, seharusnya siapa pun yang berkewarganegaraan Indonesia dapat merasakan kemerdekaan. Siapa pun itu. Orang kaya semacam Pak Edi, petani sekalas bapak saya, atau artis yang tiba tiba jualan cilok. Eh…

Baru baru ini beredar isu Mbak Maia Ahmad, eh, Maia Estianty maksudnya akan merilis lagu baru yang berjudul “Sang Penggoda”. Dalam hal ini Maia satu project dengan Tata Janeta, penyanyi yang sempat dibesarkan oleh mantan suaminya, The Legend musisi junjungan saya Ahmad Dhani. Mendengar kabar ini sontak netizen menanggapi dengan berbagai macam rasa. Sepakat dari sebagian netizen untuk menyindir  ciwi ciwi yang suka mengganggu kedamaian percintaan orang lain. Sebagian mengaku selalu bangga kepada Maia yang mampu bangkit dan bercahaya di permukaan. Dan sebagian yang lainnya mengatakan itu merupakan lagu galau dari ibu kece beranak tiga itu.  Tapi ini nih krennya  Maia, galau-galau tapi produktif, daripada kamu galau-galau nyaris bunuh diri.  Masih aja mau nulis status tentang kemerdekaan, situ sehat?

Ayolah, ini Indonesia sudah merdeka 72 tahun yang lalu lho, masak kamu masih dijajah bayang-bayang mantan. Kamu bisa bayangkan, betapa dalamnya rasa sakit yang Maia rasakan. Dia bukan sekedar diputusin pacar, tapi diselingkuhi sama orang yang hidup seatap dengannya selama belasan tahun. Parahnya lagi, sudah punya anak tiga, yang nikung malah teman duetnya pula. Jika saya di posisi yang demikian, gak akan percaya bisa bertahan hidup. Persyaiton dengan kemerdekaan. Tapi tidak dengan Maia.

Apa saja yang Maia Estiany lakukan? Dia tetap stay cool dan melakukan banyak hal untuk membuktikan dirinya mampu merdeka dengan pertolongan Tuhan. Catat, merdeka tidak melulu dicapai dengan cinta (palsu)mu. Maia percaya, Tuhan sedang memberinya ujian. Dengan begitu dia pasrah, tetap percaya Tuhan akan sepenuhnya hands on terhadap  apa yang menjadi urusannya. Gak kayak situ, pacar lambat BBM, langsung nyetatus. Hadduh….

Tetap stabil memperbaiki diri, melakukan gebrakan-gebrakan hingga kini selain eksis di dunia musik, pencapainnya juga sampai pada bisnis properti. Memang ada beberapa dari ciptaan lagunya yang bertema “galau” seperti “Ingat Kamu”, “Aku Baik-Baik Saja”, “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu”, “Aku Pasti Kembali”, dan lainnya.  Tetapi, di balik  produktivitas “galaunya”, ada banyak rupiah yang dia dapatkan. Lha, situ… cinta mulu. Soksokan bilang cinta tak memandang harta. Halah… itu semboyan saat kamu lagi mabuk cinta aja. Ntar kalau sudah nikah, kamu gak bisa gaya-gaya pamer kemesraan di dalam Camry tanpa uang. Gak bisa bikin mantan syirik dong.

Oya, buat kamu yang sudah lama pacaran tetapi tak kunjung dilamar, atau sudah mencintai sepenuh hati tapi tiba-tiba diputusin,  merdekalah. Ingatlah, high quality woman tidak diukur dari seringnya nulis status galau di sana sini.

(Mayda, pemerhati jomblo dan motivator kaum marginal asmara. Tinggal di Jogjakarta.)