Terbaru

Contributors

Romantis Tidak Bisa Diprediksi Dari Luarnya Saja



Mumpung musim nikah, izinkan saya berbagi tentang sosok romantis di Voila. Karena konon laki-laki romantis selalu menjadi dambaan bagi kaum perempuan dalam menjalani kehidupan berpasang-pasangan. Sayangnya, tidak semua laki-laki memiliki sikap romantis. Karenanya, mendapatkan pasangan yang romantis merupakan keuntungan dan kebahagiaan yang sulit ditukar dengan apapun. Sebaliknya, ketidakromantisan dalam berpasang-pasangan akan cenderung mengantarkan pada perselingkuhan.

Mencari sosok romantis, tidaklah mudah. Sebab, keromantisan seseorang tidak bisa dilihat dari luarnya saja: sikap keseharian. Ada orang yang sikap kesehariannya kalem, pendiam, dan tegas dalam menyikapi persoalan, yang seakan tak perduli pada persoalan asmara, ternyata ia memperlakukan pasangannya dengan sangat romantis. Ada pula, orang yang sangat terbuka, seakan romantis pada pasangannya, tapi ternyata tak lebih dari sekadar menutupi muka buaya daratnya.

Ahmad Khotib misalnya, ia adalah contoh sosok yang sulit dipercaya bahwa ia sangat romantis pada pasangannya. Bagaimana tidak, kesehariannya dia dikenal sebagai sosok pendiam, kalem, dan tegas dalam menyikapi masalah, namun di sisi lain ia ternyata romantis kepada istrinya. “Sayang…. Sudah makan, sudah ini…, sudah itu…?”. Itulah kalimat yang selalu saya dengar saat ia telepon istrinya. Suaranya halus dan pelan sekali, hampir tak kedengaran.

Hubungan keduanya, seakan berpacaran meski sudah punya momongan. Baginya, istri harga mati! Di hadapan Tuhan dan hukum boleh sama, tapi tidak di pangkuan istri. Itu yang saya tangkap dari hasil mengamati sikap dan cara berinteraksi keduanya yang cukup romantis. Hingga saat ini, tak ada yang menandingi keromantisannya, kecuali burung love bird.

Berbeda sedikit dengan teman saya yang berinisial AW, tampak romantis kepada istrinya, tapi ternyata tak lebih dari sekadar modus. Kelihainnya menguntaikan kata-kata indah kepada istrinya di akun facebook-nya, dijadikan sebagai tabir untuk AW bermain jual-jualan di belakang. Mungkin orang menilainya, AW cukup romantis. Tapi menurut saya, itu tak lebih dari modus belaka. Kalaupun bukan buaya, paling tidak ia layak disebut sebagai kadal darat. Heheh.

Pertenyeennye, lalu bagaimana metodologi penelitian yang bisa digunakan dalam mencari korelasi romantis antara laki-laki dan perempuan? Menurut analisis saya, yang pantas menjawab pertanyaan ini adalah saya, sosok romantis yang sukses memperoleh istri yang juga romantis. Keromantisan saya dan istri tak ada duanya dan yang terpenting tidak perlu ditulis di Voila. Karena hanya saya dan istrilah yang bisa merasakan seberapa romantis diri kita masing-masing. Wallahu A'lam.

(Syafiqurrahman, pria romantis dambaan istri)
__________
Gambar: Pixabay