Terbaru

Contributors

7 Nama Desa di Madura yang Unik dan Lucu Menurut Orang Luar Madura



Perbedaan bahasa antarkelompok masyarakat bisa memunculkan kesan kelucuan. Salah satu penyebabnya, kadang ada satu kata yang sama-sama dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat, tapi maknanya bisa berbeda. Misalnya, orang Madura menamai gembok dengan “kontol”. Tapi, kamu harus berpikir seribu kali jika akan mengucapkan kata itu kepada orang Jawa. Kamu tahu artinya kan? Yak, betul itu.

Nah, berikut ini adalah beberapa nama desa di Madura yang terasa unik dan lucu bila terdengar oleh telinga orang luar Madura. Mari simak.



1. Desa Sejati
Desa ini terletak di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Namanya menjadi unik karena kata “sejati” dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebenarnya. Mungkin desa tersebut ingin menjadi desa yang sejati, desa yang benar-benar desa. Seperti cinta sejatiku kepadamu yang sebenar-benarnya cinta. Yak. Kapan kita nikah, Neng?


2. Desa Bujur
Bujur adalah nama sebuah desa yang berada di Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan. Bujur terdiri dari tiga desa, yaitu Bujur Tengah, Bujur Timur, dan Bujur Barat.

Dalam bahasa Indonesia, “bujur” artinya panjang dari suatu bidang. Kita mungkin sudah terbiasa mendengar istilah “bujur sangkar”, yaitu bidang yang memiliki sama sisi dan sama sudut.



3. Desa Lancar
Desa Lancar juga merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Pamekasan, persisnya di Kecamatan Larangan.

“Lancar” sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki makna tidak tersendat-sendat. Mungkin orang yang memberi nama desa tersebut ingin segala urusan yang ada di Desa Lancar bisa lancar dan berjalan mulus. Mungkin. Saya kurang tahu juga.



 4. Desa Montok
Montok adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Letaknya ke arah timur dari kota kabupaten. Di sana terdapat satu destinasi wisata yang sampai saat ini terus dikembangkan, yaitu pantai Talang Siring.

“Montok” sendiri dalam bahasa Indonesia berarti gemuk berisi, gemuk padat, dan sintal. Kata tersebut seringkali dikaitkan dengan postur tubuh seorang perempuan. Jika kamu mengetik kata “montok” di peramban Google, akan banyak keluar gambar atau tautan yang tak ada sangkut-pautnya dengan nama desa di Pamekasan tersebut.


5. Desa Kolor
Kolor adalah nama sebuah desa di kecamatan Kota Sumenep. Jika Anda tahu Taman Adipura Sumenep, letaknya ke arah selatan dari sana. Di sana terdapat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Moh. Anwar. Di bagian selatan desa tersebut terdapat terminal bus antar kota.

Kata “kolor” bagi orang luar Madura bermakna celana pendek. Mungkin akan terasa aneh kalau ada percakapan kayak gini:

“Kamu kerja di mana, Dek?”
“Di kolor, Mas”
“Hah?!! Di dalam kolor? Istighfar, Dek.”
“____”

 
6. Desa Pocong
Pocong adalah salah satu nama desa yang ada di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Daerah ini mungkin sudah tidak asing di telinga warganet karena beberapa waktu lalu sudah menjadi viral di media sosial, tapi tak ada salahnya diletakkan lagi di sini.

Kamu tak usah takut datang ke sana karena nama tersebut tak ada kaitnnya dengan kondisi di daerah itu. Penduduknya bukanlah pocong semua. Di sana layaknya daerah-daerah lain. Entah bagaimana ceritanya daerah tersebut diberi nama tersebut. Kalian ada yang tahu? Ceritakan di kolom komentar yak...

 
7. Desa Toket
Apa yang kamu bayangkan bila mendengar kata “toket”? Oh, kamu tidak tahu? Baiklah. Toket adalah nama sebuah desa yang ada di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Tapi jangan coba-coba kamu mencarinya di Google image.

Derah ini juga menjadi viral beberapa waktu lalu karena namanya yang unik di telinga masyarakat luar Madura. Tapi, bagi orang Madura itu mah biasa-biasa saja. Tak ada istimewanya.

Nah, itulah 7 nama desa di Madura yang terasa unik dan lucu di telinga orang luar Madura. Mungkin masih banyak nama-nama lain yang kamu tahu. Tapi, hanya itulah yang saya ketahui. Bila kamu punya tamabahan, silahkan kirim komentarmu di kolom komentar di bawah artikel ini.