Terbaru

Contributors

Penulis, Pejuang Literasi yang Kena Pajak Tinggi


M. Kamil Akhyari, pegiat literasi. Tinggal di: dienariek.blogspot.com

Motivasi yang kerap kali pembicara umbar dalam acara kepenulisan untuk memompa semangat audiens bahwa menulis bisa dijadikan profesi. Kegiatan menulis bisa mendatangkan uang. Bahkan, kata Tirmidzi (2013), aku menulis maka aku kaya.

Untuk semakin meyakinkan audiens, dicontohkanlah sederet penulis top (dalam dan luar negeri) beserta pendapatannya dari kegiatan menulis. Iming-iming ini memang sangat memikat, terutama bagi audiens bermental pragmatis. Setelah mendengar rasanya tak sabar ingin segera pulang. Ambil balpen dan buku, langsung tancap gas: menulis, menulis, menulis.

Menulis pun sudah dilakukan, tapi rupanya tak semudah yang dibayangkan untuk dimuat lalu mendapat honor. Dari sekian tulisan hanya beberapa yang dimuat, itu pun di media daring milik teman dekat. Selebihnya di-post sendiri di blog pribadi.

Di tengah kegalauan belum merasakan manisnya menjadi penulis, tiba-tiba dikejutkan dengan tulisan Dewi Lestari (Dee) yang memunculkan ilustrasi pendapatan penulis dari setiap eksemplar buku yang terjual. Penghasilan yang didapat tak sebanding dengan upaya untuk memunculkan buku ditambah pajak yang dipersoalkan Tere Liye. Saya kutip tulisannya:

"Genggamlah sebuah buku dan bayangkan bahwa 90% dari harga banderol yang Anda bayar adalah untuk aspek fisiknya saja. Hanya 10% untuk idenya (bisa 12,5 – 15% kalau punya bargaining power ekstra). Lalu, penulis berhadapan dengan negara. Potongan kue kami yang mungil itu dipotong lagi lima belas persen."

Sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pembayaran pajak hingga 24 kali lipat lebih besar ketimbang pelaku usaha kecil mikro dan menengah dan dua kali lebih banyak dibandingkan profesi pekerjaan bebas, Tere Liye tidak lagi menerbitkan karya-karyanya di dua penerbit besar per 31 Juli 2017 dan karya-karyanya yang sudah dicetak di dua penerbit tersebut tidak akan dicetak ulang.

Untuk para penulis pemula yang tengah berjihad menjadi penulis top, cuplikan tulisan Dee di atas jangan membuat Anda inferior apalagi undur diri dari dunia literasi. Buktikanlah sendiri seperti apa nikmatnya menjadi penulis top.