Terbaru

Contributors

Utusan Tuhan Itu Bernama Tukang Bully



Abdurrohiem el-Sanie Peternak Lovebird dan Makelar Jodoh

Jika pertanyaan "kapan nikah" adalah yang paling menjengkelkan bagi jomblo,  maka saya akan terus mencari segala cara untuk mempertanyakannya, karena saya adalah "utusan" bagi kaum jomblo.

Tidak masalah dibilang menjengkelkan, saya tetap puas membully mereka. Persetan mereka berdalih menjomblo adalah pilihan. Saya tetap yakin, mereka hanya lagi ngapusi diri sendiri dengan banyak alasan yang sok sok edukatif. Nyatanya, di dalam hati mereka tersimpan kepiluan yang mendalam. Kalau gak percaya tanya saja sama Mayda atau sama Faishal Khair. Atau sama Lora.......   Hmmmm..  yang itu tuh, yang mendeklarasikan diri sebagai ketua IJNU..  Bhehahhahaha...

Orang yang kita anggap menjengkelkan, sejatinya sengaja Tuhan kirim dalam hidup kita untuk mengajarkan kita sebuah pelajaran penting. Yakinilah ini, karena keyakinan adalah separuh dari kenyataan.

Pertama kita harus yakin, bahwa mereka, orang-orang yang menjengkelkan,  ada bukan tanpa sebuah alasan. Allah tidak pernah mengirim sesuatu ke dalam hidup kita dengan sia-sia. Orang bijak selalu mewasiatkan agar kita selalu mengambil pelajaran dari kekata buruk yang diucapkan orang lain terhadap kita. Dengan berpikir seperti itu kita akan mendengarkan ejekan dan cacian seolah mendengarkan alunan musik yang syahdu. Hhhhhh

Mindset yang seperti itu menjadikan kita sebagai pribadi yang penuh cinta-kasih. Kamu tidak perlu berpikir bahwa ada orang yang perlu kamu benci di dunia ini. Karena mereka yang suka bikin jengkel adalah guru terbaik yang sengaja Tuhan kirim untuk mengubahmu.

Seperti halnya dalam permainan badminton, lawanmu mungkin akan meletakkan bolanya tepat di titik kelemahanmu untuk meraih kemenangannya. Anggap saja di bagian backhand. Pada saat yang bersamaan, tanpa kamu sadari, kamu tengah dilatih untuk menggunakan backhandmu dengan baik.
Ingat ini, bahwa kekuatan acapkali muncul di saat kita berada dalam keadaan terjepit. Kreativitas selalu berkembang di tempat-trmpat yang sempit.

Kedua, seorang guru yang baik akan terus mengulangi  pelajarannya sampai kamu benar-benar menguasainya.

Seorang pelatih sepak bola yang mengetahui kamu tidak begitu kuat saat nendang dengan kaki kiri, akan memaksamu untuk terus menendang dengan kaki kirimu sampai kamu bisa menggunakannya dengan baik. Begitu pula orang yang menjengkelkan, secara tidak sadar mereka adalah seorang guru sekalipun mungkin perlu diberintanda kutip "sadis". Hahaha

Kita akan terus bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan selama kita tidak bisa merubah mindset kita bahwa mereka adalah seorang "utusan". Jadi sebenarnya, masalahnya ada dalam cara kita merespons mereka.

Lagian tuh ya, kita tidak bisa mengatur orang untuk berhenti menanyai kita macem-macem. Kita jomblo, ditanya kapan nikah. Udah nikah, ditanya kapan punya anak.  Udah punya anak, ditanya kapan nambah. Eh, nambah anak apa nambah titik titik ya? Hhhh. Jika kita berpikir itu adalah bully, maka terjadilah. Jika kita berpikir itu adalah pelajaran, maka hidup kita akan berubah. Yakinlah.