Terbaru

Contributors

Lupakan Mantan Seikhlas Melepas Kentut


Muktir Rahman, oreng kampong Sasar, Kapedi.
 
Segala tentang hujan sering mengundang gundah gulana bagi kamu yang didera asmara. Mau kamu yang dalam tahap tawar-menawar perasaan, punya pacar, dan terlebih yang putus alias memiliki mantan. Catat: tidak berlaku bagi penyandang tuna asmara sebagaimana jomblo sejak dalam kandungan.

Tidak diragukan, hujan menjadi media mendatangkan setiap inci kenangan tentang “si dia”. Mulai dari rintiknya, dinginnya, angin yang menyertainya, bahkan bau tanah karena guyuran airnya. Lalu kamu pun menulis puisi (lebay) di media sosial, “Aroma tanah guyuran hujan pertama mengingatkanku padamu”. Duh, ternyata si dia bau tanah, ya.

Wahai kamu yang tidak ingin perasaanmu sengsara karena kenangan bersama mantan muncul saat hujan, bangkitlah lalu kepalkan tangan, arahkan ke mukamu seraya katakan, “Aku harus move on”. Maka, sembuhlah kamu.

Eh, apa? Kenangan mantan masih gentayangan menghantuimu? Kamu kesulitan membuka pintu hati buat orang lain karena belum move on juga meski wajahmu sudah kamu tonjok? Oke! Ada dua saran dari saya agar kamu mudah move on dari mantan khususnya saat hujan. Pertama, tonjoklah wajahmu lebih keras lagi. Jika penyakit berlanjut, maka cobalah cara yang kedua, menerapkan prinsip-prinsip berikut ini:

1. Melupakan harus lebih mudah dari memaafkan.

Prinsip pertama  adalah melupakan apa pun tentang mantanmu. Mulai dari hal yang paling manis darinya seperti kalimat rayuan hingga  hal yang paling buruk seperti bau badannya yang berbau-tanah-terguyur-hujan-pertama. Tidak perlu acara maaf memaafkan, cukup kamu melupakan saja. Kubur dalam-dalam tentang dia ke paling dasar ingatanmu. Jika masih sulit melupakan, maka perhatikan prinsip berikutnya.

2. Lupakan mantan seikhlas melepas kentut.

Samakan mantanmu dengan kentut. Selayaknya kentut, mantanmu itu tidak baik untuk kesehatan. Jika tidak kamu lepaskan, kentut atau mantanmu membuatmu sakit. Bisa-bisa sakit itu  menjadi sebab kematianmu. Bukankah sering ada kasus kematian kerena seseorang tidak bisa kentut. Camkanlah, mati karena masih sayang dan tidak mau melepas kentut/mantan, itu sungguh kematian yang tidak keren. Apa kata dunia kalau kamu mati karena kentut? Maka, saran saya, lupakan mantanmu seikhlas melepas kentut. Tapi terserah sih jika memang kamu merasa kentutmu, eh, mantanmu, tidak tergantikan.

3. Move on dan segera temukan kebahagian.

Jika kamu mampu melupakan si mantan, segeralah temukan kebahagian. Banyak hal yang dapat mengantarkanmu pada kebahagiaan. Bisa apa saja. Bisa itu berbentuk aktivitas organisasi, seru-seruan dengan teman, baca buku atau baca Voila.id, atau  kamu bisa mencari pengganti mantanmu yang lebih baik darinya, yang tidak bau tanah agar setiap hujan kamu tidak disibukkan oleh kenangan tentangnya.

Lagian, kenapa sih kamu mau-maunya  memelihara kenangan? Tirulah apa yang dikatakan K.H. A. Mustofa Bisri, “Aku tidak  memelihara kenangan.  Dia yang memeliharaku”.

4. Kembali ke prinsip pertama.

Jika kamu memilih jalan kebahagianmu dengan cara menemukan orang lain sebagai pengganti mantanmu, ingatlah kiat sukses melupakan mantan yang saya tulis  ini. Siapa tahu nasibmu belum mujur, misal dengan pacar barumu itu kamu putus lagi, maka ulangi terapkan prinsip pertama dan seterusnya.