Terbaru

Contributors

Menikah Itu Menyehatkan

M. Kamil Akhyari papa muda dengan satu anak.

Secara medis, mungkin tidak ada kaitan langsung antara pernikahan dengan kesehatan seseorang. Namun, beberapa teman yang dulu sering sakit-sakitan sejak menikah sudah tak terdengar lagi kabar mereka masuk rumah sakit.

Saat belajar di Madrasah Tsanawiyah, teman sekelas saya, seorang perempuan, hampir bisa dipastikan dalam seminggu penyakitnya kambuh. Bahkan beberapa kali pingsan saat sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Teman itu sudah mengidap penyakit yang saya tidak tahu namanya sejak belajar di madrasah ibtidaiyah dan penyakitnya berlanjut hingga menempuh studi di Madrasah Aliyah, namun tidak sampai lulus karena sering sakit-sakitan dan akhirnya berhenti sekolah.

Sejak menikah pada sekitar tahun 2007 sampai saat ini, belum pernah terdengar ia sakit-sakitan seperti dulu, apalagi sampai mendadak pingsan. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Sekarang ia hidup tenang dengan suaminya dan telah dikarunia satu anak.

Cerita lain dengan kisah tak jauh beda, tentang adik kelas saya. Perempuan juga. Beberapa tahun belakangan kesehatannya terganggu dan sering masuk rumah sakit. Akibat penyakit yang diderita, badannya kurus dan kecantikannya memudar.

Namun, sejak menikah beberapa tahun lalu, badannya mulai berisi lagi dan kecantikannya mulai nampak kembali. Tak terdengar lagi keluhan sakitnya dan tak tersiar kabar ia masuk rumah sakit. Dan masih banyak kisah-kisah serupa lainnya.

Melihat fakta di atas, adakah hubungan pernikahan dan kesehatan seseorang? Kalau dipaksa dicari, pasti ada. Misalnya, penyakit mudah datang karena pola makan yang salah dan tidur tidak teratur. Kacaunya pikiran juga dapat mendatangkan penyakit.

Kalau seseorang telah berkeluarga, makan dan tidurnya lebih teratur dibandingkan masih bujangan, apalagi masih masa bulan madu. Demikian juga pikiran akan lebih tenang, karena punya teman menumpahkan curahan hati.