Terbaru

Contributors

Sulit Mendapatkan Jodoh? Baca ini...


M. Kamil Akhyari, bapak satu anak dengan (masih) satu istri.

Saya punya teman, sebut saja namanya Anwar. Orangnya ganteng, sudah bekerja di sebuah perusahaan, dan lumayan pintar karena telah lulus sarjana strata satu (S-1). Rencananya akan melanjutkan kuliah ke jenjang S-2 sambil mencari jodohnya.

Saya katakan sambil mencari jodohnya, karena dia merasa kesulitan untuk mendapatkan pasangan yang serasi. Selama ini bukan tak berusaha karena sebenarnya sudah saatnya berkeluarga, tapi belum mendapatkan pasangan yang cocok. Ada yang sudah masuk hati, tapi sudah menjadi milik orang lain atau orangnya tidak mau.

Teman saya tersebut segelintir dari orang-orang yang belum “laku”. Anda kalau bernasib seperti teman saya itu perlu instropeksi diri, kenapa Anda menemukan jalan terjal untuk meraih pasangan hidup? Adakah yang salah dengan Anda?

Cara mudah mendapatkan jodoh di bawah ini semoga membantu Anda segera menemukan calon ibu dari putra-putri Anda. Kalau sudah dapat jangan lupa, saya tunggu undangannya.

Pertama, perlu disadari oleh orang yang mengaku beriman bahwa jodoh itu ada di tangan Tuhan. Memang Tuhan tidak terlalu mengatur hal-hal yang bersifat teknis, namun kalau Dia belum berkehendak, buah perjuangan akan lambat.

Jadi, jangan hanya mengandalkan kerja keras mengejar-ngejar lawan jenis untuk dinikahi, tapi juga jangan lupa berdoa. Libatkan Tuhan dalam pencarian jodoh melalui doa. Kerja keras tanpa doa hasilnya lambat, demikian juga sebaliknya. Biar cepat, mintalah kepada dzat yang yang menjodohkan tiap makhluk yang ada di muka bumi ini.

Kedua, untuk kasus Anwar, tentu orang-orang tak percaya kalau dirinya mengatakan kesulitan mendapatkan jodoh, karena secara fisik orangnya ganteng, penghasilnnya jelas, dan insya Allah bisa dijadikan nakhoda keluarga.

Mereka akan mudah membandingkan dengan orang lain yang parasnya pas-pasan, pengangguran, dan hanya tamatan sekolah dasar tapi sudah menemukan jodonya. Jodoh disamakan dengan teori matematika; 1 + 1 = 2. Mereka beranggapan kalau cowok pengangguran, parasnya pas-pasan, dan hanya tamatan SD saja ada perempuan yang suka, apalagi yang ganteng, tajir, dan pintar.

Namun tak semua perempuan berpikir kayak gitu. Mungkin hanya perempuan matre yang mengalkulasi untung-rugi seperti itu sebelum menerima pinangan. Selebihnya adalah memilih pasangan berdasarkan kesejukan dan kenyamanan hati yang tak bisa diukur hanya dengan materi.

Oleh karenanya, terkadang perempuan/laki-laki lebih memilih laki-laki/perempuan yang parasnya pas-pasan ketimbang yang lebih ganteng/cantik karena merasa lebih nyaman di sisinya. Sekali lagi, masalah jodoh tak bisa disamakan dengan teori ilmu eksak.

Yang hendak saya sampaikan, jangan mengandalkan materi untuk memikat lawan jenis karena tak semuanya suka, tapi berusahalah menjadi orang yang menyenangkan. Yang selalu dirindukan orangnya, bukan uangnya.

Ketiga, teman saya di atas bisa saja kesulitan mendapatkan pasangan hidup karena menerima balasan dari Tuhan. Ingat hukum karma tetap berlaku. Jika Anda kesulitan mendapatkan jodoh perlu instropeksi diri jangan-jangan terlalu sering mempermainkan perasaan mantan kekasih Anda.

Kalau Anda merasa pernah atau bahkan sering mempermainkan hati mantan Anda, segeralah minta maaf. Mungkin saja dulu saat kesal terucap doa jelek untuk Anda dan Tuhan mengabulkannya. Itu bisa menjadi penghalang Anda mendapatkan jodoh.

Keempat, Anda begitu sulit mendapatkan pasangan karena jodoh Anda telah mati mendahului Anda, hehehe. Anda ditakdirkan tidak menikah seumur hidup, naudzubillah. Semoga hal ini tak terjadi padamu, Sahabat!