Terbaru

Contributors

Rina Nose bukan Pinokio


Ummul Corn, alumnus SMA 3 Annuqayah.

Keputusan Rina Nose melepas hijab menuai kontroversi yang cukup heboh. Hampir semua media memuat beritanya dari berbagai sudut pandang. Ada yang membelanya sebagai manusia yang memiliki privasi dan kebebasan eksistensial. Namun tak sedikit pula yang menghujatnya karena tak punya prinsip dan terkesan gila popularitas.

Haters sangat leluasa mengatai Rina yang setiap tampil di televisi memang kerap menonjolkan kekurangan fisiknya. Ia tak berhak marah, apalagi kepada seorang ustad, jika hidungnya disamakan dengan anjing mungilnya, karena dalam suatu kesempatan ia pernah mengatakan itu sendiri. Mungkin kekurangan itu memang membuatnya bangga sehingga ia menyematkan kata 'nose' di belakang namanya.

Banyak yang bertanya apa sesungguhnya kelebihan seorang Rina selain hanya tampil sebagai presenter ajang dangdut di salah satu stasiun televisi? Bukankah kasusnya sama dengan Marshanda? Lalu muncullah dugaan-dugaan miring seperti berikut ini:

Terhanyut Arus Mode

Desainer tanah air bermunculan seperti jamur di kulit. Tangan kreatif mereka  menghasilkan karya yang bahkan mampu menembus pasar internasional. Dalam berkarya mereka mengikuti arus mode dan permintaan pasar yang belakangan rankingnya jatuh pada fashion hijab.

Fashion hijab memang sudah merambah dunia artis. Sebut saja, Claudia Cintiya Bella, Zaskiya, Shiren Sungkar, Alisya Soebandono, dan banyak lagi artis yang baru-baru memutuskan berhijab. Brand busana muslim ternama menangkap mereka sebagai brand ambassador. Kesuksesan itu tentu menjadi penarik bagi kalangan artis dan perempuam pada umumnya untuk menambah angka pemakai hijab setiap tahunnya.

Tanpa bermaksud menyentuh niat suci mereka, dalam menaggapi kasus Rina Nose, saya ingin mempertanyakan apakah hijab bagi artis hanyalah arus mode yang sekali booming dihinggapi dan setelah habis madunya kumbang lari tanpa tudung kepala?

Gila Popularitas

Para pelaku infotainment selalu menemukan ide-ide segar sebagai ladang penghasilan yang menggiurkan. Sejak dahulu kala mereka telah dikenal menghalalkan segala cara untuk meramaikan acara gosip setiap hari. Sebagian artis ada yang enggan diberitakan, sebagian lagi ada yang bangga dan ikut mengatur jalannya isu.

Seperti kebanyakan artis, Rina Nose dapat digolongkan pada korban yang mengatur kecelakaannya sendiri. Dulu ia dikabarkan dekat dengan juri ajang dangdut asal Malaysia. Kabarnya mereka akan melangsungkan pernikahan. Namun berita yang ditunggu banyak penggemarnya kandas seperti bui tertelan ombak. Dan banyak kasus-kasus serupa yang tidak jelas ujung-pangkalnya.

Sangat wajar jika kali ini keputusannya melepas aling-aling kepala dituduh hanya media pendongkrak popularitas. Jika ini benar,  maka banyaknya berita dan meme tentangnya masuk dalam list kesuksesan.

Ingin Jadi Pinokio

Masih ingat dengan kartun Petualangan Pinokio karya Carlo Collodi?  Dongeng Pinokio merupakan suatu cerita edukatif tentang boneka kayu yang berubah menjadi anak laki-laki bernama Pinokio karena bantuan peri. Dalam kisahnya Pinokio tak bisa berbohong karena hidungnya akan berubah panjang. Barangkali Rina Nose bercita-cita menjadi Pinokio dengan kebohongan demi memanjangkan hidungnya.

Sungguh disayangkan jika semua dugaan ini benar. Namun kita tak berhak menghakimi dengan menyalahkan keputusannya melepas hijab. Ia berhak memakainya kembali jika suatu waktu diperlukan untuk kepentingan hidupnya. Jangan sampai lupa bahwa kita bukan Tuhan yang mampu menilai benar tidaknya prilaku manusia.

(Gambar: sisidunia.com)