Terbaru

Contributors

Azwar Anas Mundur, Jalan Kemenangan Khofifah?


Syafiqurrahman, dosen dan pengamat politik.

Dua hari menjelang pendaftaran pasangan calon gubernur ke KPU, 8-10 Januari 2018, publik Jawa Timur tiba-tiba dikejutkan oleh kabar mundurnya Abdullah Azwar Anas dari posisi bakal calon wakil gubernur. Kabar mundurnya Azwar Anas ini sudah diklarifikasi oleh Gus Ipul maupun partai pengusung. Sebagaimana dilansir detik.com, kompas.com, liputan6.com, vivanews.com dan media online nasional lainnya, Gus Ipul mengatakan bahwa Azwar Anas menyampaikan pengunduran dirinya via WhatsApp. Namun, Gus Ipul enggan untuk menyampaikan alasan dibalik mundurnya Azwar Anas tersebut. 

Mundurnya Azwar Anas di detik-detik akhir pendaftaran ini tentu saja membuat tim pemenangan maupun partai pengusung kalang kabut. Mereka harus segera menyiapkan pengganti dalam waktu dua hari ke depan sekaligus menyiapkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. Sampai tulisan ini dibuat (Jumat [5/1] Pukul 06.26 Wib) belum ada rilis resmi tentang pendamping Gus Ipul. Namun, beredar kabar bahwa Tri Rismaharini akan mendampingi Gus Ipul. Bahkan di media social sudah beredar poster pasangan Saifullah Yusuf-Tri Rismaharini dengan jargon SANTRI. 

Kondisi ini tentu saja merugikan terhadap Gus Ipul. Hal ini karena sebelumnya mereka berdua sudah sering jalan bersama untuk melakukan konsolidasi ke berbagai daerah di Jawa Timur. Banner, kalender, kaos, maupun sticker pasangan Gus Ipul-Azwar Anas juga telah beredar secara luas di masyarakat. Dengan adanya perubahan ini, otomatis perlu melakukan sosialisasi ulang kepada masyarakat tentang pasangan calon yang akan diusung oleh koalisi semangka: PKB-PDIP ini. 

Selain itu, hal ini juga akan berpengaruh terhadap kesolidan tim. Tim pemenangan kemungkinan besar juga akan berubah, khususnya yang berasal dari loyalis Abdullah Azwar Anas. Demikian pun dengan peta dukungan. Harus diakui bahwa Azwar Anas telah berhasil meningkatkan elektabilitas Gus Ipul. Hal ini karena Azwar Anas dianggap berhasil membawa perubahan-perubahan penting di Kabupaten Banyuwangi. Selama 2 periode kepemimpinannya, Azwar Anas dianggap telah berhasil membangun Banyuwangi menjadi kabupaten yang awalnya terisolir, menjadi kota tujuan wisata di Jawa Timur. Azwar Anas juga dikenal sukses dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM). 

Jalan Mulus Khofifah?

Ketika Gus Ipul dirugikan dengan mundurnya Azwar Anas, sebaliknya Khofifah-Emil Dardak justru mendapatkan keuntungan tersendiri. Pasangan ini dapat meningkatkan sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat secara lebih intensif. Selain itu, pasangan ini bisa saja merebut dan memaksimalkan sempalan pendukung maupun loyalis Azwar Anas untuk beralih mendukung Khofifah Emil Dardak. 

Selain itu, apabila nantinya pasangan Gus Ipul bukan dari kalangan nahdliyyin, maka Khofifah-Emil Dardak bisa mengklaim sebagai pasangan yang murni nahdliyyin. Hal ini dapat digunakan sebagai senjata untuk merebut dan mengambil simpati dari kaum nahdliyyin yang menjadi mayoritas di Jawa Timur.

Apabila hal itu berjalan dengan baik, maka bukan tidak mungkin mundurnya Azwar Anas ini bisa menjadi jalan mulus untuk kemenangan Khofifah-Emil Dardak pada Pilkada Jatim 2018. Khofifah mungkin saja akan mencatatkan sejarah sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur untuk periode 2018-2023. 

Namun, semuanya masih serba mungkin, bukan?

(Gambar: merdeka.com)