Terbaru

Contributors

loading...

Tips Merayakan Tahun Baru yang Halal dan Tidak Menguras Kantong


PaisunPenulis 

Sudah tahun baruan tadi malam? Meniup terompet dan menyalakan kembang api ke udara? Atau mengikuti Gerakan Sepikan Tahun Baru sebagaimana diserukan oleh FPI dan kawan-kawan? Apapun pilihanmu, tidak usah saling bertengkar. Pertengkaran dan saling mencaci cukup hentikan di tahun 2017. Jadikanlah sebagai masa lalu. Mari kita sambut dan jalani tahun 2018 dengan optimisme tinggi dan memperbanyak silaturrahmi. Gitu ya bro…

Merayakan tahun baru atau tidak, bagi saya tidak perlu dipertentangkan. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah cara merayakan tahun baru itu sendiri. Apabila merayakan tahun baru dengan kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama, ya kita tolak lah. Misalnya dengan free sex, pesta miras, nyabu, dan sejenisnya. Namun, apabila merayakan tahun baru dengan selawatan dan pengajian bersama Ustaz Abdul Somad misalnya, masak iya kita tolak dan kita sepikan juga?

Karenanya, kali ini saya memiliki tips untuk merayakan tahun baru yang halalan thayyiban dan tidak menguras kantong. Tentu saja tulisan ini untuk melindungi umat agar tidak terjerumus dalam kesesatan akidah dan kefakiran yang nyata. Hehehe. Seruput yukk!

Pertama, Pastikan itu Istrimu, Bukan Istri Temanmu
Jika kamu ingin liburan untuk merayakan tahun baru bersama keluarga, maka yang pertama harus dilakukan adalah menghitung jumlah keluarga yang bakal ikut berlibur. Hal ini berkaitan dengan banyak hal: pilihan kendaraan, tempat berlibur dan tentu saja budget liburan Anda. Semakin banyak anggota keluarga yang ikut, maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk berlibur.

Apabila berdua saja dengan istrimu, tentu saja itu lebih hemat. Tetapi jangan lupa, pastikan dulu bahwa yang Anda bawa itu benar-benar istrimu sendiri, bukan istri teman, tetangga, atau orang lain. Kalau sampai salah bawa istri, alih-alih liburanmu akan mengesankan, bukan tidak mungkin malah berakhir mengenaskan. Setidak-setidaknya, kamu akan mendapatkan hadiah tahun baru berupa bogem mentah atau malah sebuah celurit yang siap merobek-robek ulu hatimu. Wah, serem brooo…

Kedua, Carilah Pantai yang Sepi
Biasanya, liburan dilaksanakan di tempat yang ramai dan menjadi tujuan wisata banyak orang. Beberapa orang di antaranya menyukai pantai sebagai salah satu tujuan wisata favorit pada liburan tahun baru. Di Indonesia, pantai yang sering dikunjungi adalah pantai yang ada di Bali, Lombok, maupun Raja Ampat, Papua. Di Kabupaten Sumenep juga ada beberapa pantai yang kerapkali dijadikan sebagai tujuan wisata seperti Pantai Lombang, Pantai Slopeng, Pantai Sembilan dan Pulau  Gili labak. Pantai-pantai tersebut tentu saja ramai sekali pada liburan tahun baru. Pengunjungnya dari luar daerah dan bahkan luar negeri. Mereka biasanya memakai pakaian yang serba minimalis, bahkan beberapa di antaranya hanya memakai bikini belaka. Nauzubillah.

Untuk itu agar terhindar dari maksiat yang nyata, maka sebaiknya kita harus mencari tempat liburan yang sepi pengunjung. Apabila pantai yang menjadi tujuan liburan kita, maka seyogianya kita memilih pantai yang sepi. Dengan begitu, liburan kita akan lebih khidmat dan tidak terganggu oleh kemaksiatan-kemaksiatan yang dipampangkan di depan mata kita berupa perempuan-perempuan yang tidak menutup auratnya dengan baik. Lagi pula, dengan berlibur di pantai yang sepi itu, maka dunia serasa milik kita berdua, bukan?

Ketiga, Istirahatlah di Masjid
Biasanya orang-orang memilih Hotel atau Villa sebagai tempat istirahat dalam berlibur. Tentu saja pilihan yang demikian dapat menguras isi kantong lebih dalam. Untuk bisa beristirahat dengan nyaman dan hemat, kamu tidak perlu ke hotel berbintang. Masjid adalah pilihan yang tepat bagi kamu yang hendak beristirahat tapi tidak memiliki uang yang cukup.

Lagi pula, beristirahat di masjid tidak hanya sekedar untuk melepas lelah, tapi juga bisa sekalian beribadah. Bahkan diamnya kita di dalam masjid apabila diniati i'tikaf justru berpahala, belum lagi kalau kita masih melaksanakan shalat sunnah dan ngaji Al-Qur'an misalnya. So, liburan kita bisa lebih hemat dan bersyariah bukan?

Keempat, Bawa Bekal Makananmu Sendiri
Sebenarnya, mau makan di warung atau bawa sendiri tidak masalah. Hanya saja, karena yang kita bahas adalah liburan yang halal dan tidak menguras isi kantong, maka menurut saya, membawa bekal makanan sendiri jauh lebih halal dan hemat. Kenapa lebih halal? Karena kita sendirilah yang memasak dan memilih bahan-bahan dan menyucikannya sebelum dimasak. Jadi, lebih steril dan tidak ada keraguan lagi terhadap kehalalan makanan kita. Bandingkan dengan makanan di warung atau restoran. Kita tidak tahu apa saja bahan-bahannya dan bagaimana mereka mencuci dan memasaknya. Demikian pun wadah yang dipakai, kita nggak tahu apakah sudah dicuci suci atau sekadar dicuci bersih. Dalam Islam, keduanya tentu saja beda satu sama lainnya.

Selain itu, dengan membawa bekal sendiri, jauh lebih hemat, karena kita tinggal memasak bahan-bahan yang kita miliki di rumah.

Kelima, Pulanglah Dini Hari atau Saat Sepi
Ini juga penting lho untuk diperhatikan. Untuk diketahui, di Madura, tradisinya, kalau bepergian harus bawa oleh-oleh untuk keluarga yang ada di rumah. Nah, kalau mau hemat, kamu bisa menghindarinya dengan cara pulang diam-diam ke rumahmu. Pilihlah waktu-waktu yang sepi, saat orang-orang di rumahmu lagi istirahat misalnya. Maka, pulang pada waktu dini hari bisa menjadi pilihan untukmu. Tapi ingat, hati-hati. Jangan sampai digebukin massa karena disangka pasangan pencuri sepeda. Hehe.

Selamat Tahun Baru 2018.
_________________
Gambar: Pixabay.com