Terbaru

Contributors

Kunci Kemenangan Liverpool di Kiev Ada Pada Trio Firmansah


Maksum, Santri penikmat sepakbola.  

Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Liverpool. Ketiga gol asuhan Jurgen Klopp tersebut dicetak oleh A. Robertson melalui tendangan dari luar kotak penalti, sundulan Salah memanfaatkan akselerasi Mane dari sisi kanan pertahanan Madrid dan tembakan menyusur tanah oleh Firmino.

Mengapa Madrid tidak bisa mencetak satu golpun ke gawang Liverpool? Ronaldo di kanan tidak bisa melewati T.Arnold, pemain berusia 19 tahun yang baru diorbitkan Jurgen Klopp musim ini, Benzema dikawal ketat oleh duet Matip-Lovren sedangkan Bale seperti hilang di lapangan. Lini tengah Madrid tidak sanggup menfilter serangan Liverpool yang dikomado Trio Firmansah. Marcelo dengan mudahnya dilewati oleh Salah, Carvajal sering terlambat turun untuk membantu pertahanan, dan duet Ramos-Varane gagal menampilkan permainan terbaik mereka. Secara keseluruhan serangan Liverpool dapat dikatakan hanya menggunakan 3 pemain depan mereka (terlepas dari gol pertama liverpool yang dicetak oleh Robertson yang didapatkan dari reboud memanfaatkan kesalahan pemain Madrid dalam mengantisipasi sepak pojok) dengan 2 gol dan 1 assist dan Madrid seperti terbawa permainan Liverpool dengan high pressing yang berjalan seperti tanpa arah. Pengalaman menjuarai Liga Champions 2 musim berturut-turut seperti lenyap begitu saja.

Pertandingan di atas merupakan pertandingan pembuka menyambut Final Liga Champions 2018 antara Real Madrid sebagai juara bertahan melawan Liverpool sebagai pengoleksi gelar Liga Champions terbanyak dari Inggris. Saya ditantang salah satu teman saya untuk menebak hasil final ini melalui Pro Evolution Soccer (PES) 2018. Dia memilih Real Madrid sedangkan saya Liverpool (walaupun saya fans Chelsea). Pertandingan pertama,  lineup yang saya turunkan sama seperti saat liverpool melawan AS Roma di Semifinal minus Van Dijk (karena PES yang saya mainkan belum ter-update). Trio Firmansah (Firmino-Mane-Salah) di depan, Henderson-Milner-Wijnaldum di tengah dan T.Arnold-Lovren-Matip-A.Robertson di lini belakang untuk membentengi Loris Karius sebagai pertahanan terakhir. Sedangkan Real Madrid menggunakan Trio BBC (Benzema-Bale-Ronaldo) di depan, disokong Caseimiro-Kross-Modric di tengah dan Carvajal-Varane-Ramos-Marcelo di depan Keylor Navas.

Pertandingan kedua dilanjutkan dengan sedikit perubahan dalam formasi yang diturunkan Real Madrid dari formasi 4-3-3 menjadi 4-4-2 diamond dengan Isco sebagai playmaker. Liverpool tetap dengan lineup seperti pertandingan sebelumnya. Jalannya pertandingan tidak jauh berbeda dengan pertandingan pertama, Salah berhasil melewati Marcelo dan langsung berhadapan dengan Ramos, Mane mengawal Carvajal dan Firmino berusaha membongkar pertahanan Real Madrid dengan tekelnya (perlu diketahui statistik tekel Firmino merupakan Striker dengan tekel terbanyak di 5 liga teratas Eropa). Hasilnya Firmino beberapa kali berhasil memanfaatkan kesalahan pemain belakang Real Madrid dengan memberikan umpan terobosan kepada Salah-Mane yang menghasilkan 2 tendangan kaki kiri Salah yang menerpa tiang gawang dan beberapa peluang Mane gagal dikonversi menjadi gol. Statistik mencatat Liverpool mempunyai 10 attemps dengan 2 tendangan yang mengarah ke gawang.

Perbedaan terjadi dalam pertarungan lini tengah dengan 4 pemain Real Madrid melawan 3 pemain Liverpool. Isco ditugaskan untuk mengatur permainan Real Madrid agar tidak terbawa permainan Liverpool. Kali ini pengalaman Real Madrid sebagai juara Liga Champions terbanyak dengan 12 gelar dengan 3 gelar didapatkan dalam 4 tahun terakhir berbicara. Walaupun digempur habis-habisan oleh Trio Firmansah, permainan Real Madrid tetap tenang, mengandalkan umpan dari kaki ke kaki yang diakhiri dengan umpan silang dari sisi kanan oleh Carvajal, Marcelo di kiri dan Toni Kross dari tengah. 

Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Real Madrid melakukan pergantian dengan menarik Isco digantikan oleh Bale. Peran Bale melanjutkan tugas Isco sebagai penyambung lini tengah Real Madrid dengan lini depan. Pergantian ini terbukti berhasil dengan Bale mencetak satu-satunya gol kemenangan Real Madrid di menit 118. Hal ini seakan menjadi bukti kecerdasan Zidane dalam melihat permainan Liverpool sama seperti ketika Asensio menjadi supersub dengan assist-nya saat Real Madrid mengalahkan Munchen di semifinal.

Terlepas dari hasil di atas, sangat sulit memprediksi siapa yang akan berhasil membawa gelar Liga Champions yang digelar di Kiev ini. Secara statistik Liverpool unggul 40 gol berbanding 30 gol Real Madrid. Zidane yang masih sempurna di final sebagai pelatih diunggulkan dari Jurgen Klopp yang hanya memenangkan 1 final dari 6 final yang dia tangani (4 final dengan Dortmund dan 2 final dengan Liverpool).  Liverpool yang sukses ke final dengan menyerang melalui dribel melawan Real Madrid yang mengandalkan umpan silang. Pertarungan antara Salah dengan Ronaldo yang sama-sama mengemas total 44 gol di semua kompetisi musim 2017-2018.

Jika Real Madrid mampu mengontrol Trio Firmansah bukan tidak mungkin gelar ke-13 akan mereka raih. Sebaliknya, Liverpool bisa memanfaatkan kecepatan mereka dalam strategi gegenpressing untuk mengambil momentum mencetak gol dan membawa tropi si kuping besar ke Inggris sekaligus membuktikan bahwa mereka sudah kembali sebagai Liverpool Raja Eropa dari Britania. Mari kita tunggu Minggu dini hari nanti.


(Sumber Gambar: tribunnews.com)