Terbaru

Contributors

Tiga Alasan Kuat Madrid Juara Liga Champions



Mohammad Takdir, pecinta bola.

Pertandingan final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina pada Minggu (27/05/2018) pukul 01.45 WIB nanti antara Real Madrid vs Liverpool bakal menjadi suguhan yang sangat menarik. Keduanya mempunyai ambisi untuk memenangkan tropi si kuping besar ini, mengingat di liga domestik keduanya tidak berhasil merengkuh piala.

Bagi kedua tim, tropi Liga Champions merupakan kejuaran yang sangat penting demi menorehkan tinta emas sebagai raja Eropa yang digdaya. Liverpool sebagai tim yang baru merasakan final sejak kali terakhir pada tahun 2007 silam, jelas mempunyai misi dan ambisi yang besar untuk merebut tropi demi mengembalikan kejayaan yang mereka torehkan sebelumnya. Liverpool mempunyai modal yang cukup untuk merebut tahta kejuaraan dengan torehan 40 gol yang dicetak selama pertandingan penyisihan sampai fase knock out. Apalagi di lini serang, mereka ditopang oleh penyerang bertalenta dan perfeksionis untuk menorehkan tinta emas bagi pendukungnya.

Selama ini, Liverpool mempunyai kekuatan serangan pada penetrasi melalui tusukan tajam dan umpan panjang yang mematikan dengan mengandalkan kecepatan Trio Firmansah (Firmino-Mane-Salah) yang sangat gemar mengeksploitasi pertahanan lawan dengan umpan terobosan yang matang. Ketiga penyerang Liverpool tersebut sudah menciptkan 29 gol di Liga Champions. Salah termasuk pemain yang harus menjadi pusat perhatian dari pemain belakang Madrid, karena pada musim ini ia telah mencetak 44 gol di semua kompetisi dari 51 pertandingan. Sebagai pemain yang baru bergabung dengan Liverpool musim ini, jelas semua pengamat bola terheran-heran dengan performa yang ditunjukkan Salah. Dia langsung menjadi pemain yang paling berbahaya di tanah Britania Raya yang dihuni oleh pemain kelas dunia dengan tekanan atau pressure yang sangat tinggi. Terbukti ia berhasil menjadi top skor Liga Inggris dengan 32 gol yang ia cetak, mengalahkan striker kenamaan Harry Kane. Bahkan, berhasil menjadi pemain terbaik liga Inggris, mengalahkan para pesaingnya yang lebih dulu berkembang, semacam Kevin De Bruyne dan Harry Kane.

Bagi Real Madrid, pertandingan final Liga Champions ini terasa sangat spesial dan menorehkan banyak catatan rekor yang bisa dipecahkan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Sebagai juara bertahan, Madrid jelas ingin mempertahankan tropi dengan tiga kali berturut-turut menjadi juara Liga Champions. Sebelumnya, ia sudah menciptakan rekor sebagai tim pertama yang berhasil mempertahankan tropi liga champions dua kali beruntun pada musim 2015/2016 dan 2016/2017. Jika berhasil menjadi juara musim 2017/2018, maka rekor pun akan tercipta sebagai tim pertama yang berhasil mencetak hattrick Liga Champions.

Tim mana pun di liga top Eropa akan sangat sulit menyamai pencapaian Madrid jika berhasil menjungkalkan Liverpool yang berambisi besar untuk mengakhiri puasa gelar di kancah Eropa. Dengan sederat pemain yang berkualitas dan punya pengalaman lebih dalam menghadapi tekanan di laga-laga besar, sulit rasanya bagi Liverpool untuk menciptakan keajaiban demi merengkuh tropi Liga Champions. Pemain Madrid sudah menyatu menjadi sebuah tim yang siap menerkam tim mana pun yang berusaha menjegal misi merengkuh tropi ke-13 dalam sejarah keikusertakan dari 16 partai final yang dimainkan.

Sebagai penggemar berat Real Madrid, tentu saja saya lebih memilih tim ibu kota Spanyol untuk mengangkat tropi bergengsi antar klub Eropa. Saya sangat optimis Madrid akan menyajikan permainan yang atraktif dan menghibur demi sebuah misi yang sangat sangat sulit diraih oleh tim mana pun dalam kurun waktu 10-20 tahun ke depan. Setidaknya ada tiga alasan tentang hal ini:

Pertama , Real Madrid mempunyai DNA Liga Champions. Musim ini Madrid boleh saja gugur dan gagal dalam perburuan gelar La Liga dan Copa Del Rey, namun tidak untuk perburuan meraih raja Eropa. Ambisi yang terbenam dalam jiwa pemain Madrid untuk meraih hattrick Liga Champions ini, akan membuat para pemain Madrid bekerja keras dan melakukan segalanya demi pencapaian prestisius tersebut. Jika pun harus mati di lapangan, pemain Madrid akan melakukan itu semua demi harga diri dan prestise sebagai juara bertahan dan peraih terbanyak tropi Liga Champions, yakni 13 kali dalam sejarah.

Kedua, faktor Cristiano Ronaldo. Keberadaan Ronaldo di lini serang Madrid dalam kurun waktu lebih sewindu merupakan alasan yang paling kuat mengapa tim ibu kota Spanyol tersebut mampu berbicara banyak di Liga Champions, terutama dalam 4 tahun terakhir yang berhasil meraih 3 gelar. Sejauh ini ia sudah mencetak 15 gol di Liga Champions dalam 12 laga, yang menempatkannya menjadi top skor sementara. Dengan pengalaman segudang dalam menghadapi partai final dan pertandingan besar seperti Liga Champions, Ronaldo bakal menjadi kunci penting dari permainan Madrid demi membuat perbedaan, yang menentukan hasil akhir dari kejuaran ini. Apalagi Ronaldo saat ini tercatat sebagai pencetak rekor gol terbanyak di Liga Champions, dengan 120 gol, unggul jauh dari Lionel Messi yang baru mencetak 100 gol. Jika dibandingkan dengan Mohamed Salah, pencapaian Ronaldo tentu tidak bisa dibandingkan yang baru tampil impresif di musim pertamanya ketika berseragam The Reds.
 
Ketiga, kharisma Zidane. Sejak menggantikan Rafael Banitez pada pertengahan Januari 2016, Zidane seolah menjelma sebagai pelatih jenius yang mampu meramu tim dengan strategi yang sangat jitu dalam membaca permainan lawan. Sampai sejauh ini, Zidane telah berhasil mempersembahkan dua tropi Liga Champions berturut-turut yang merupakan salah satu pencapaian paling gemilang diantara pelatih yang lain. Dalam kurun waktu yang sangat singkat, strategi Zidane dalam meramu tim ternyata sangat luar biasa di tengah kumpulan pemain bintang yang ada dalam skuad Madrid. Zidane mempunyai kharisma dan sangat dihormati oleh seluruh pemainnya meskipun di skuat Madrid bertumpukan pemain bintang. Hal ini merupakan salah satu kunci dalam membangun skuat yang kompak dan harmonis dalam menjalin kerjasama serta dukungan antarpemain.

Tiga alasan utama itulah yang membuat saya yakin bahwa Madrid bisa mempertahankan gelar juara sekaligus menorehkan rekor sebagai tim pertama yang berhasil mencetak hattrick juara dalam sejarah Liga Champions. Pencapaian ini tentu akan menempatkan Madrid sebagai peraih terbanyak tropi Liga Champions sebanyak 13 gelar atau dalam bahasa Spanyol disebut dengan “Decimotercero”. Pencapaian ini juga akan menempatkan Ronaldo sebagai kandidat terkuat sebagai peraih Ballon d’Or yang keenam sekaligus memecahkan rekor sebagai pemain terbaik dunia, mengalahkan Lionel Messi yang mengoleksi 5 gelar. Semoga!

(Sumber Gambar: pojoksatu.id)