Terbaru

Contributors

Perkara Jodoh di Hari Raya


Moh. Tamimi, pengamat jomblo dan Mahasiswa Instika Sumenep

Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan, katanya. Akan tetapi, hari raya Idul Fitri, juga, adalah hari raya penyiksaan, nyatanya. Ya, begitulah, nyatanya, para jombloiyyah akan tersiksa dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pernikahan, pertunangan, dan rumah mertua (tujuan yang tak kunjung ada) oleh saudara, kerabat, tetangga, dan kroni-kroninya. Kalau Cuma ditanya masalah baju baru masih mendingan, bisa dibeli sesegera mungkin. Ditambah lagi, bagi para mahasiswa/i semester akhir, ini akan menjadi pukulan telak.

Mungkin jombloiyyah ini masih menunggu, menunggu, dan menunggu jodohnya dari waktu ke waktu, syukur-syukur dapat jodoh saat silaturrahmi ke berbagai kerabat atau kenalannya. Mungkin pula, mereka pasrah sepenuhnya kepada Allah Swt. perihal jodoh. 

Dikatakan bahwa Allah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Jadi, ketika ada seorang jomblo dengan kengenesannya di hari raya ini diapusi dengan kata-kata, "Tenang, Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, pasti ada kok nanti, percaya saja."

Sebenarnya, mungkin, kamu hanya ketakukan untuk bertanya lebih kritis karena kamu, kejombloanmu, takkan enyah, "Apakah orang yang jomblo seumur hidup sampai dia mampus tidak diciptakan pasangan?" Biasanya si penjawab dengan entengnya mengatakan bahwa jodohnya nanti ada di Surga. Duh, coy, Surga, lu mau menikah di Surga? Yakin? Ayolah jangan mudah tertipu, memangnya Surga tempat orang nikah apa? Tak ada yang tahu bukan? Toh, Surga itu suatu kenikmatan yang tak terlintas di pikiran kita, so kalau masih terlintas di pikiran kita, pantaskah ia disebut surga?

Bagi saya nih ya,  mblo, maksud Allah menciptakan yang berpasang-pasangan itu bukan kamu jodohnya si ini atau si itu, si Ani atau si Rika, kata Rhoma. Akan tetapi, maksud berpasang-pasangan adalah Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, siang dan malam, depan dan belakang, kanan dan kiri, proton dan elektron. Ellu cowok atau cewek belum tentu laku, mblo. Siapa tahu ellu mati sebelum nikah, masih belum menikmati indahnya hidup seperti video lima menitan. 

Lagian, apa gunanya ada ilmu fikih bab nikah kalau jodoh itu sudah takdir, toh meskipun kita golek-golekan di kamar, pasti ada jodoh, namanya takdir kan pasti terjadi, mblo. Apa gunanya juga Nabi Muhammad ngasih petunjuk untuk memilih calon istri yang baik dengan kriteria tertentu kalau memang pasangan kita sudah ada dan ditentukan tanpa ikhtiar?

Ingat ya mblo, jangan sok-sok-an lu kalau masih jomblo, apalagi di hari raya ini!

Karena itu, berikut saya sertakan trik menggaet seseorang agar kamu terbebas dari kutukan jomblo. Silahkan sesuaikan dengan objeknya, kalau si dia orang kimia, silahkan kasih yang pertama. Akan tetapi, kalau si dia adalah orang Bahasa Arab, kasih yang nomor dua. Ini cuma contoh, selebihnya tergantung kekreativan loe-loe pade: 

Ikatan
Kalau saya harus memilih, saya ingin menjalani hidup seperti ikatan kovalen. Aku adalah jenis ikatan yang saling melengkapi setiap kekurangan, kutahu kau tak sempurnya. Namun, aku sadar bahwa aku juga tak sempurna, sehingga kita harus saling menyempurnakan dalam sebuah ikatan, yaitu ikatan kovalen.

Si Ionik harus rela melepaskanmu supaya bisa meraih kebahagiannya yang sejati, tanpa melepaskanmu, ia hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan. Ingatkan pada Ionik, "ketika seseorang telah menyentuh inti jantungku, maka kau hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan." 

Semoga saja, suatu saat nanti, ia bisa bertemu dengan sesosok orang sekeren koordinasi, memberikan apa yang ia punya tanpa harus melepas. Ia mengerti, bahwa perpihasan begitu sulit, apalagi jika harus terlepas percuma 

Senyum Ichal
(nama silahkan ubah sesuai selera, ini hanya seumpama namanya Ichal)

Chal, senyummu serupa Isim Isyarah, tak pernah berubah di manapun kau berada, menandai sebuah keberadaan. 

Tatapanmu, seolah menjadi ketergantunganku sebagai fi'il dan kau menjadi fa'il, di manapun aku berada, selalu ada indah kemilau matamu. 

Chal, seandainya aku harus menunduk dan berada di bawah karena ada 'amil jir, maka aku akan memilih tetap di atas supaya tetap bisa memandang indah senyummu itu, aku rela menjadi isim yang tidak munsorif demi dirimu. 

Chal, kau kan tahu, semua fi'il mudhari' mu'rob, selain fi'il mudhari yang bersambung  dengan Nun Inas atau nun taukid ialah mabni, akulah nun dalam fi'ilmu, takkan tergoyahkan oleh siapapun.

Duh Ichal, cintaku yang tak terbatas apapun, aku akan bersenjata siakul kalam ketika hidupku dan hidupmu harus disekat-sekat oleh i'rab

Ichalku yang cantik, Ichalku yang manis, seandainya aku harus menjadi fi'il, aku bukan fi'il biasa yang hanya butuh pada fail, aku muta'addi, sayang, bukan hanya membutuhkan ragamu, tapi juga cinta dan kasih sayangmu. Akulah fauqa yang selalu ingin menempel denganmu, memegang erat tanganmu. 

Ichal, laki kullul hubbi, hayaytu am ba'da mamati.